![]() |
| Foto: Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026). |
Bengkulu,-Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) diperingati setiap tanggal 24 Juni yang ditetapkan berdasar berdirinya IBI pada 24 Juni 1951 di Jakarta, waktu yang sama juga dikenal sebagai Hari Bidan Nasional. Peringatan ini bertujuan menghargai peran bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Setiap tahun diperingatinya hari jadi bidan ditanah air, banyak peluang telah terjadi dalam bersinergi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) dengan menggelar pelayan KB untuk semua pasangan usia subur di tanah air. Kolaborasi lintas lembaga itu merupakan sebuah langkah nyata bidan dalam menjaga generasi anak bangsa agar tumbuh sehat dan berkualitas.
Bulan bakti HUT IBI Provinsi Bengkulu tahun ini baru saja dilaunching yang dipusatkan di Kota Bengkulu, Kamis, 7/5/2026 dengan secara resmi menggelar pelayanan KB di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan tempat praktik mandiri bidan (TPMB) di sejumlah daerah kabupaten dan kota.
![]() |
| Foto: Pelayanan KB berupa pemasangan KB MKJP berupa Implan kepada akseptor KB pada kegiatan Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026). |
"Pelayan KB serentak berlangsung selama sebulan penuh sejak 29 April hingga 30 Mei 2026 di sejumlah faskes dan TPMB di Bengkulu dengan pelayanan berbagai jenis dan metode kotrasepsi jangka panjang. Dan tak hanya itu, guna meningkatkan kesertaan KB, kegiatan ini juga melayani pelayanan KB non MKJP," kata Ketua PD IBI Bengkulu, Puti Hajar, S.ST., S.Ikom, M.Kes. pada launching Baksos IBI Provinsi Bengkulu, Kamis, (7/5/2026).
Puti Hajar menyampaikan Bakti KB tak hanya dilaksanakan di Bengkulu, akan tetapi secara serentak pelayanan KB yang bersinergi bersama BKKBN berlangsung di sejumlah daerah di tanah air. "Bakti IBI dilaksanakan agar memberikan pelayanan yang prima untuk mendapatkan hasil yang lebih baik untuk masyarakat, baik dari kuantitas maupun kualitas," ujarnya.
Kepada masyarakat, ia mengimbau agar menggunakan alat dan obat kontrasepsi yang cocok dan pantas dari hasil pemeriksanaan tenaga kesehatan supaya bermanfaat terhadap kesehatan reproduksi serta kesehatan keluarga. Dengan pemilihan kontrasepsi yang tepat maka akan mengurangi dari angka drop out (DO) atau putus KB," kata Puti Hajar.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati, S.K.M., M.M. pada launching Bakti IBI tahun 2026 ini menyampaikan bahwa bidan telah banyak memberikan langkah baik dalam perkembangan kesehatan masyarakat dan keluarga di Bengkulu. Baik dalam pelayanan KB maupun imunisasi, yang telah mengarah pada prinsip imunisasi yaitu 95 terlayani.
"Prinsip imunisasi minimal 95 persen masyarakat/anak-anak mendapat pelayanan imunisasi agar kesehatan masyarakat lebih terjamin". Selain imunisasi bidan di Bengkulu telah lebih jauh aktif bekerjasama dalam program KB. Bakti sosial tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. Perencanaan keluarga yang baik dinilai mampu membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sejahtera".
Dikatakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas program KB perlu ditingkatkan lagi melaui promosi, edukasi dan konseling kepada masyarakat agar meningkatkan pengetahuan tentang KB. Karena KB selain menjarangkan jarak kehamilan dan kelahiran juga lebih meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi wanita," ujar Nelly.
Ketua Tim Kerja 2 Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. menyampaikan momentum bakti sosial pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 ini menjadi bentuk nyata sinergi antara BKKBN dan IBI dalam menghadirkan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas bagi masyarakat. Bidan merupakan garda terdepan yang sangat dekat dengan keluarga, sehingga memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan ibu, anak, serta mendukung percepatan penurunan stunting,” ujar Else.
“Melalui pelayanan KB serentak ini, kami berharap semakin mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat. Sehingga menumbuhkan kuantitas dan kualitas program yang jauh bermutu, pelayanan kontrasepsi yang aman, nyaman, dan berkualitas. Perencanaan keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tambahnya.
“Di usia ke-75, IBI terus menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendampingi keluarga Indonesia. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(irs)
Penulis : Idris Chalik
Editor :Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Kamis,(7/5/2026)


.jpeg)
